Salah satu tanda bahwa durian telah matang adalah aroma khas yang kuat. Durian yang belum mencapai kematangan biasanya hanya memancarkan aroma yang ringan atau bahkan hampir tidak tercium, sedangkan durian yang sudah matang akan mengeluarkan wangi yang manis, tajam, dan menggoda. Aroma ini umumnya lebih dominan di sekitar bagian tangkai atau celah antara kulit durian. Semakin kuat harum yang tercium, semakin tinggi kemungkinan durian tersebut sudah matang sempurna dan siap untuk dinikmati.
Selain berfungsi sebagai penanda kematangan, aroma durian juga sangat membantu dalam proses pemilihan buah di pasar. Penjual yang berpengalaman sering kali menggunakan penciuman mereka untuk menilai kualitas durian, karena aroma menjadi indikator utama sebelum kulitnya dibuka. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mencium durian sebelum membeli, karena aroma yang kuat menandakan buah siap dimakan dan rasa manisnya optimal.
2. Warna Kulit yang Matang
Durian yang telah matang biasanya memiliki warna kulit yang cenderung kuning kecokelatan atau sedikit keemasan, tergantung pada varietasnya. Kulit yang tampak terlalu hijau sering kali menunjukkan bahwa durian tersebut masih muda dan belum siap untuk dikonsumsi. Selain itu, tekstur kulit juga mengalami perubahan; durian yang matang memiliki duri yang sedikit lebih lentur ketika ditekan, berbeda dengan durian muda yang cenderung keras.
Meskipun warna kulit dapat bervariasi antara berbagai varietas, umumnya semakin matang durian, warna kulitnya akan terlihat lebih “matang” dan tidak pucat. Mengamati warna dan tekstur kulit merupakan metode sederhana untuk menilai tingkat kematangan, terutama jika Anda membeli durian tanpa membuka kulitnya. Kombinasi antara warna kulit yang matang dan aroma yang kuat akan membantu mengurangi risiko membeli durian yang belum siap untuk dinikmati.