Fimela.com, Jakarta – Setiap tahun, Met Gala bukan hanya tentang gaun spektakuler di karpet merah melainkan juga tentang apa yang terjadi di balik layar. Dan jika ada satu tempat yang menjadi pusat dari semua persiapan itu, jawabannya adalah The Mark Hotel di New York. Di sinilah para selebritas, stylist, dan tim glam berkumpul sebelum dan sesudah malam paling bergengsi di dunia fashion.
Menariknya, di tengah kilau couture dan standar estetika tinggi, ada satu elemen yang terasa sangat manusiawi, yakni camilan.
Jam-jam sebelum Met Gala dimulai bukanlah waktu untuk makan besar. Di suite-suite mewah The Mark, suasananya lebih mirip ruang produksi daripada hotel dengan penata rambut bekerja cepat, makeup artist menyempurnakan detail terakhir, dan stylist memastikan setiap lipatan gaun jatuh sempurna.
Advertisement
Di tengah kesibukan itu, camilan yang tersedia punya satu aturan utama, yakni apapun tidak boleh mengganggu penampilan.
Pilihan yang disajikan biasanya sederhana. Mulai dari kopi dalam jumlah besar, air mineral, dan snack ringan yang mudah dimakan tanpa risiko noda atau bau menyengat. Tidak ada saus lengket, tidak ada makanan beraroma kuat, dan jelas tidak ada sesuatu yang bisa merusak lipstik bernilai ratusan dolar.
Ini bukan sekadar preferensi, tapi strategi. Banyak tamu undangan juga menjalani diet ketat menjelang acara, sehingga makanan sebelum gala lebih berfungsi sebagai penopang energi daripada pengalaman kuliner.