Rangkaian menu yang disajikan merepresentasikan perjalanan personal kedua chef sekaligus penghormatan terhadap warisan kuliner Amerika Latin yang terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai budaya.
Salah satu hidangan yang diprediksi menjadi sorotan adalah Scallop Toston. Menu ini memadukan French scallop dengan sambal hijau Indonesia di atas toston tradisional khas Amerika Latin. Manis alami scallop bertemu karakter pedas dan segar sambal hijau, membuka dialog rasa lintas budaya yang tak terduga.
Torta Ahogada dihadirkan sebagai interpretasi modern dari sandwich klasik Meksiko. Disajikan menggunakan potato bun buatan sendiri, ikan kakap merah segar, acar kol, serta siraman bisque udang yang kaya rasa, sajian ini merangkum tekstur lembut dengan perpaduan gurih, asam, dan umami dalam satu gigitan.
Bagi pencinta hidangan berbasis api, Fired Quail menjadi menu yang tidak boleh dilewatkan. Burung puyuh tanpa tulang dipanggang dalam wood-fired oven khas COPA, lalu dipadukan dengan jamur dan black mole. Hasilnya adalah sajian beraroma asap yang earthy dan kompleks.
Pada akhirnya, pengalaman bersantap terbaik bukan hanya tentang apa yang tersaji di atas piring, tetapi juga tentang cerita, tradisi, dan percakapan yang lahir di sekeliling meja makan. Dan selama dua malam di Jakarta nanti, COPA dan Santanera Bali tampaknya siap menghadirkan semuanya dalam satu pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.