Tahap pengocokan dan pencampuran menentukan seberapa banyak udara yang terperangkap dalam adonan. Perhatikan tanda adonan yang sudah tepat teksturnya, cara memasukkan bahan kering, hingga pengelolaan lemak cair agar volume tetap terjaga.
4. Kocok telur dan gula hingga benar-benar mengembang.
Masukkan udara sebanyak mungkin pada tahap ini karena menjadi motor utama pengembangan saat dipanggang. Kocok hingga adonan pucat, kental, dan membentuk jejak saat diangkat. Umumnya sekitar 8–12 menit menggunakan mixer kecepatan tinggi hingga adonan kental, pucat, dan berjejak. Menghentikan pengocokan terlalu cepat membuat volume udara belum maksimal sehingga bolu kurang tinggi.
5. Masukkan bahan kering secara bertahap.
Menambahkan tepung sekaligus membuat adonan sulit tercampur rata dan memaksa pengadukan lebih lama. Masukkan sedikit demi sedikit sambil menggunakan teknik lipat (folding) agar volume tetap terjaga. Cara ini membantu mempertahankan udara yang sudah terbentuk dan mengurangi risiko gumpalan yang dapat mengganggu tekstur serta penampilan bolu.
6. Jangan mengaduk adonan terlalu lama.
Setelah tepung masuk, aduk hanya sampai rata dan tidak ada endapan tepung. Overmix akan mengembangkan gluten berlebihan sehingga tekstur menjadi keras dan kurang empuk. Membatasi waktu pengadukan pada tahap ini menjaga udara tetap terperangkap, membantu bolu mengembang lebih tinggi.
7. Lelehkan mentega atau margarin dengan benar.
Biarkan mentega atau margarin cair turun suhunya hingga hangat sebelum dicampurkan ke adonan. Cairan yang terlalu panas dapat merusak struktur udara dan menurunkan adonan. Untuk menyeimbangkan suhu, campurkan sedikit adonan ke mentega cair terlebih dahulu, lalu tuang kembali ke adonan utama. Teknik ini membantu mempertahankan volume dan menghasilkan tekstur lembut serta lembap.