Fimela.com, Jakarta – Kue Tetu adalah kudapan tradisional dari Suku Mandar di Sulawesi Barat yang dikenal lembut, lumer di mulut, dan bercita rasa legit. Ciri khasnya ada pada wadah berbentuk perahu kecil dari daun, sehingga kerap disebut Kue Perahu atau Kue Pelita. Di banyak keluarga, kue ini mudah dibuat di rumah dengan bahan yang sederhana.
Kue Tetu akrab hadir di berbagai hajatan keluarga sebagai simbol kebersamaan dan kerap menjadi takjil populer selama bulan Ramadan. Keunikan bentuk perahu juga merefleksikan kedekatan masyarakat Sulawesi dengan kehidupan maritim. Berkat kebiasaan merantau masyarakat Mandar, penganan ini menyebar luas di berbagai daerah di luar Sulawesi Barat.
Di sejumlah wilayah, Kue Tetu memiliki sebutan berbeda: kue pelita di Ternate, kue jojorong di Banten, kue popaco di Gorontalo, hingga kue lampu-lampu di Manado. Istilah “tetu” dalam bahasa lokal merujuk pada bentuk perahu kecil, sedangkan wadah tradisionalnya lazim dibuat dari daun pandan atau daun pisang yang dibentuk persegi panjang.
Advertisement