Soto Solo identik dengan kuah bening tanpa santan, rasa gurih segar yang ringan, serta sentuhan manis tipis. Pengalaman menyantapnya semakin seru karena meja biasanya penuh dengan lauk pendamping (sundukan) yang siap dipilih.
Meski sama-sama bening, tiap warung punya karakter. Ada yang condong ke gurih asin seperti Soto Veteran, ada juga kuah bening kekuningan aromatik seperti Hj. Fatimah, hingga kuah bening kecokelatan yang pekat seperti Soto Triwindu.
Kebanyakan warung soto di Solo sudah buka sejak pagi, sekitar pukul 05.30–06.00 WIB, mengikuti kebiasaan warga yang menjadikan soto sebagai menu sarapan favorit.
Agar makin nikmat, santap soto selagi panas, beri perasan jeruk nipis dan sedikit sambal, lalu celupkan kerupuk karak atau tempe goreng garing ke dalam kuahnya.