Keunikan roti kukus ini bertumpu pada pemanfaatan pati alami jagung manis (zein dan amilosa) sebagai pengikat yang mendampingi tepung terigu. Jagung manis segar mengandung 70% hingga 75% air dengan gula alami (sukrosa). Cairan jagung berperan menggantikan susu atau air dalam adonan, sekaligus memberi aroma harum khas tanpa esens buatan.
Telur bekerja ganda sebagai pengembang alami dan emulgator berkat lesitin pada kuning telur. Saat dikocok dengan benar, udara terperangkap pada jaringan protein telur sehingga adonan dapat mengembang tanpa bantuan baking powder atau emulsifier kimia seperti SP/TBM.
Tepung terigu ditakar untuk membentuk kerangka gluten yang pas agar kue tidak kempes setelah suhu turun usai dikukus. Teksturnya menjadi padat namun tetap lembut saat dikunyah, nyaman untuk anak-anak maupun orang tua.
Perlu diingat, hasil akhir hidangan ini tidak mekar merekah seperti bolu kukus yang ditambahi pengembang. Teksturnya cenderung padat, empuk, dan lembut menyerupai pudding cake atau kue lumpur.