Kekonsistenan saat mengaduk memegang peranan sangat vital. Pastikan adonan dimasak hingga tanda matang muncul: tidak lagi lengket pada wajan dan spatula, tampil mengkilap, padat, serta bisa dibentuk. Mengangkat adonan terlalu cepat membuat hasil terasa mentah dan lebih cepat basi.
Gunakan spatula kayu atau spatula lebar yang kuat karena adonan akan semakin berat saat mengental. Pilih gula merah atau aren yang berkualitas baik dan santan kental segar agar rasa semakin otentik dan legit. Untuk tekstur ngeres khas krasikan, sebaiknya tidak memakai tepung ketan kemasan yang terlalu halus karena hasil akhir akan cenderung seperti jenang/dodol halus.
Bila setelah dingin kue terasa terlalu keras, biasanya penyebabnya dua. Pertama, adonan terlalu lama diaduk setelah mencapai tahap kalis. Kedua, takaran cairan (santan dan gula) kurang seimbang terhadap jumlah tepung. Begitu adonan sudah kalis, mengkilap, dan tidak lengket di wajan, segera angkat dan cetak. Memasak terlalu lama setelah kalis dapat memicu gula mengkristal.
Soal keawetan, fokuskan pada penurunan kadar air di dua tahap: sangrai kelapa hingga benar-benar kering, lalu masak santan dan gula sampai mengental dan mengeluarkan minyak alami. Minyak kelapa alami yang terbentuk membantu menjaga kelembapan sekaligus menjadi pengawet alami, sehingga Kue Krasikan dapat awet hingga 10 hari pada suhu ruang.
Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. Untuk daya simpan ekstra, letakkan di kulkas. Saat akan disajikan, hangatkan sebentar agar teksturnya kembali lembut dan legit.